Liburan memang sudah berakhir, bukan berarti penderitaan juga berakhir kan ? Saya mau menceritakan bagaimana cerita liburan saya. Agak gatal sih kalau gak cerita lewat blog ini tapi tetep harus mencari spot yang bagus untuk mencari yang namanya sinyal WIFI.
Baiklah, liburan tahun ini diliputi banyak cerita baik suka dan duka. Cerita duka jelas hadir dari berita transportasi di negeri kita. Sering jatuhnya pesawat, agak membuat saya khawatir untuk jalan-jalan namun kita doakan saja agar semua proses ini berjalan lancar dan baik. Disamping pesawat jatuh, penyangga atap rumah saya juga jatuh (sedih gak tuh..). Liburan agak terganggu juga namun yang namanya sudah liburan di kampung halaman, bagaimanapun kondisinya hati tetap tenang karena berkumpul dengan keluarga.
Berawal dari Pulau Batam, berangkat dengan gagah membawa 1 koper saja dengan pertimbangan hanya libur 2 minggu saja. Senyum merekah ingin segera sampai di rumah. "Pagi di Batam, malam sudah tidur di Jogja". Memang menyenangan kalau sudah bicara mengenai Jogja. Kota kelahiran yang nyaman untuk ditinggali.
1 hal yang selalu terpikirkan ketika sudah sampai di Jogja adalah MACET. Benar saja, Jogja sudah dipenuhi dengan wisatawan baik asing maupun lokal dan para perantau yang mudik termasuk saya. Oleh sebab itu, mau tak mau saya minta dijemput dengan sepeda motor, alasannya simpel biar bisa jalan meliuk-liuk seperti si nomor 46 (apasih...). Saya sedikit terkejut eh banyak sih ketika lihat banyak gedung menjulang tinggi. Antara seneng dan susah ya, seneng dimana kota kelahiran sudah maju pesat, susah karena kepikiran dari carut marut tata kota seperti itu.
Hal lain yang teralami ketika menginjak kaki disana adalah sering datang HUJAN. Entah maksudnya menyambut saya atau bagaimana, namun beberapa minggu kerap sekali hujan turun (Kasian yang mau pacaran, ya ...).
Natal dan Tahun Baru bersama keluarga selalu punya kesan tersendiri. Terlebih bagi saya seorang pekerja perantau, sangat sangat berkesan. Selain bisa merayakan dengan keluarga juga sedikit reuni dengan teman-teman semasa berproses sebelumnya.
So MERRY CHRISTMAS and HAPPY NEW YEAR's
Berawal dari Pulau Batam, berangkat dengan gagah membawa 1 koper saja dengan pertimbangan hanya libur 2 minggu saja. Senyum merekah ingin segera sampai di rumah. "Pagi di Batam, malam sudah tidur di Jogja". Memang menyenangan kalau sudah bicara mengenai Jogja. Kota kelahiran yang nyaman untuk ditinggali.
1 hal yang selalu terpikirkan ketika sudah sampai di Jogja adalah MACET. Benar saja, Jogja sudah dipenuhi dengan wisatawan baik asing maupun lokal dan para perantau yang mudik termasuk saya. Oleh sebab itu, mau tak mau saya minta dijemput dengan sepeda motor, alasannya simpel biar bisa jalan meliuk-liuk seperti si nomor 46 (apasih...). Saya sedikit terkejut eh banyak sih ketika lihat banyak gedung menjulang tinggi. Antara seneng dan susah ya, seneng dimana kota kelahiran sudah maju pesat, susah karena kepikiran dari carut marut tata kota seperti itu.
Hal lain yang teralami ketika menginjak kaki disana adalah sering datang HUJAN. Entah maksudnya menyambut saya atau bagaimana, namun beberapa minggu kerap sekali hujan turun (Kasian yang mau pacaran, ya ...).
Natal dan Tahun Baru bersama keluarga selalu punya kesan tersendiri. Terlebih bagi saya seorang pekerja perantau, sangat sangat berkesan. Selain bisa merayakan dengan keluarga juga sedikit reuni dengan teman-teman semasa berproses sebelumnya.
So MERRY CHRISTMAS and HAPPY NEW YEAR's
Tidak ada komentar:
Posting Komentar